Sinetron Hareem adalah sinetron yang di putar di Indosiar setiap hari Senin-Jumat Pukul 19.00 WIB. Jika dilihat sekilas memang terlihat religi sekali, pemeran wanita menggunakan busana muslimah yang sangat cantik dan lelakinya pun selalu menggunakan baju muslim. Tapi jika kita lihat lebih dalam lagi, dan jika kita tahu ajaran islam yang sesungguhnya, sungguh tanyangan ini sangat menyimpang sekali.
Beberapa adegan yang saya ingat dan memang menyimpang dari ajaran islam yaitu :
- Menikahi anak di bawah umur,
- Pemaksaan suami kepada istri yang masih belia, untuk melayani,
- Seorang anak tiri mencintai ibu tiri-nya sendiri, padahal dia telah memiliki adik sedarah dari ibu tirinya itu. (Aryo dan Inayah)
- Pak Doso menikahkan Aryo, tanpa wali dari pengantin perempuan,
- Pak Doso menikahkan Rahma dengan Kakak Tiri-nya (Refi), padahal setatus Pak Doso masih suami dari Ibu kandung Refi
- Rahma belum habis masa idah-nya setelah perceraiannya dengan juragan Singgit
- Rahma menikah dengan Refi, sedangkan Refi adalah mantan anak tiri-nya. Anak/ibu tiri kan haram dinikahi.
- Pak Doso menyuruh Inayah menikah lagi dengan orang lain, agar Inayah bisa menikah lagi dengan dia. Ini dinamakan Nikah Tahlil. Didalam ajaran islam, ini haram hukumnya.
- Kekerasan dalam keluarga, di dalam cerita disebutkan sebagai peraturan dalam ajaran islam. Ini sungguh mengada-ada.
- Kejahatan dan kekasaran yang dilihatkan juga terlalu berlebihan.
Yang lebih parah mungkin, jika di episode yang akan datang di tampilkan pernikan Aryo dengan Inayah, bukankah ini diharamkan yaitu Karena Mushaharah (sebab pernikahan). Kalau ini sampai terjadi, sungguh benar-benar keterlaluan. Mungkin sang pembuat cerita tak mengerti ajaran islam yg sesungguhnya, tapi dengan berani membuat sinetron yg berkedok dakwah. Astagfirullah..
Maka karena itu Anggota Komisi I DPR RI Mutammimul Ula meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera menghentikan tayangan sinetron Hareem di Stasiun Televisi Indosiar karena cerita itu terkesan merusak citra agama Islam.
“Itu alasan pertama, yakni dari segi konten atau substansi, ceritanya merusak citra Islam lewat kelakuan seorang pemeluk yang mustahil seburuk itu,” ujar anggoka komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu di Jakarta, Kamis (5/2).
Ia lalu menuturkan sebagian isi cerita, di antaranya tentang kelakuan si anak berebut isteri keempat ayahnya lalu sang ayah memperkosa isteri mudanya yang masih remaja dan belum siap melakukan hubungan seksual.
“Alasan kedua, Hareem ditayangkan pukul 09.00 WIB, tidak mencantumkan kategori (penonton), sehingga bertentangan dengan surat pedoman siaran (SPS) KPI,” ujarnya.
Muttamimul memperkirakan, pada prime time tersebut, anak-anak masih terjaga sehingga Hareem sangat berpeluang ditonton mereka, juga oleh remaja di bawah umur.
Alasan ketiga, ujar Mutammimul, dalam website-nya, KPI menyiarkan adanya tiga protes dari masyarakat yang sekaligus minta dihentikannya tayangan sinetron tersebut. “Hal ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tidak menghendaki sinetron Hareem,” tegasnya.
Atas pertimbangan tersebut, katanya, tidak ada alasan lagi bagi KPI untuk tetap diam serta tak mengambil tindakan lebih lanjut atas Hareem.


Maret 14, 2009 pukul 11:29 am
Episode tadi malem Aryo ternyata bukan anak kandung Pak Doso, ckckck.. Ini emang dah diatur dr awal atau mendadak ya..
Tapi tetap saja, sejak awal taunyakan Pak Doso adalah Bpk kandung Aryo.. Kesan tidak mendidik tetap tdk bisa dihilangkan..
Maret 26, 2009 pukul 1:50 pm
Didalam senetron hareem ada kesengajaan untuk membiaskan ajaran Islam. mungkin sudah disekenario oleh orang2 yang anti islam. Ustad yang memandu dalam akhir tayangan hanya sekedar menutupi misi dalam cerita. Ingat yang namanya musuh Islam selalu berusaha untuk merusak Islam dengan cara apapun dan sehalus mungkin. Sekarang kalau diamati banyak senetron-2 yang mengarah kepada pelecehan Islam. Jika ini tidak bisa dicegah entah apa yang akan terjadi. waspadai senetron yang tidak mendidik dan merusak moral bangsa dan agama.
Maret 30, 2009 pukul 3:32 am
Ya betul sekali. Saya juga tidak mengerti peran KPI sekarang.. Film layar lebar saja sudah banyak yg fulgar. sedangkan yg menonton di bioskop tidak di batasi umurnya. Ini membuat para ibu dan bapak harus ekstra ketat dalam mengawasi dan mendidik anak2nya…
April 1, 2009 pukul 2:27 am
Alhamdulillah ada perkembangan, sekarang sinetron ini tidak lagi berkonsep Religi. Karena pihak KPI telah memberikan peringatan pada pihak Indosiar, dan terbukti. saya telah melihat, pemeran tak lagi menggunakan baju muslim dan sebutan umi/abi. Baca artikel
April 1, 2009 pukul 8:56 am
saia sih gak tau!
gak suka liat Hareem soalnya!!!
Mending liat Alisa
April 1, 2009 pukul 3:17 pm
hati hati ,ada udang dubalik bakwan ,ada yang ingin
membiaskan ajaran islam yang benar pada orang orang awam,sehinngga dikit demi sedikit hilang ajaran islam sebnarnya,pintar sekali skenario orang asing tsb a
April 2, 2009 pukul 8:14 am
nggak suka sinetron..
mending demo grasy..:))
April 2, 2009 pukul 9:18 am
ada hal baik yang bisa diteladani dan ada contoh buruk yang harus kita hindari. semua kembali kepada siapa pemirsa sinetron tersebut. Filternya dari diri kita masing2. Saat ini Hareem sudah mendingan, memang kamrin2 seolah2 mencerminkan kehidupan muslim ternyata seperti itu. kalo kita melihatnya secara awam, memang kebanyakan buruknya yang mudah ditangkap dari cerita tersebut, tapi sebenarnya juga banyak yang bisa diteladani dari tokoh2 yang terlibat di dalamnya. Bukankah manusia itu memang seperti itu adanya, ketidaksempurnaan mutlak milik manusia. Yang terpenting dan juga tugas dari para pembuat sintron, sebaiknya meningkatkan mutu sinetron dengan ajakan memperbaiki akhlak rakyat Indonesia yang mulai terkikis adat ketimurannya. UNTUK KUALITAS SECARA EMOSI….HAREEM CUKUP MENGACAK2 EMOSI PEMIRSANYA.
April 2, 2009 pukul 9:20 am
mau dunk jadi salah satu pemerannya…sangat mengacak2 emosi pemirsanya…….
April 2, 2009 pukul 9:39 am
Terus terang saya bukan orang anti sinetron, tp saya tidak suka jika memberikan dampak negatif.. Buat orang dewasa mungkin sebagai contoh, tp tidak utk anak2 yg masih belum dewasa, mereka cenderung meniru apa yg mereka lihat..
April 2, 2009 pukul 9:42 am
Yah beda pendapat memang wajar, tp di sini peran pemerintah sebagai pelindung rakyat.. Televisi sebagai konsumsi publik, maka pendahuluan sisi positif lebih di utamakan.. Karena bumi ini akan cepat hancur, jika setiap manusia hanya mementingkan pemikirannya sendiri..
April 2, 2009 pukul 4:28 pm
nonton maria ozawa aja!!
kan jelas alur ceritanya..
udah gt mendidik pula!!
hehe
April 3, 2009 pukul 4:22 am
Hareem..
Haram ditonton…
Haram ditiru….
Haram..haram.. dan haraam..
April 3, 2009 pukul 4:58 am
Coba searching di http://images.google.co.id/ pake kata kunci “Harem”..
Apa yang muncul???
April 3, 2009 pukul 5:45 am
sungguh luar biasa, menawan dan patut diacungi jempol akting para aktris dan aktor pemeran sinetron ini
akting mereka mampu menghipnotis dan mengaduk-aduk emosi para penonton yang
tanpa sadar hanyut dalam alur cerita meskipun
ada yang pro dan ada yang kontra
apapun itu yang pasti saya ucapkan SELAMAT kepada aktris dan aktor tersebut
April 4, 2009 pukul 6:42 am
udh ga bisa bikin film yang baik lg..
apa mang udh mentok..
April 5, 2009 pukul 3:51 am
ayo…bikin petisi, hapuskan sinetron dari televisi…
[sebenarnya yang bodoh syapa ?, kalo masih ada yang nonton -menurut perusahaan rating- jelas mereka para pembuat sinetron itu, akan terus "berkarya"]
April 5, 2009 pukul 7:16 am
ini adalah salah satu strategi pemurtadan oleh kaum yahudi… waspadalah….!!!!
April 8, 2009 pukul 12:37 pm
apa..mustinya diperbaiki dong.harem,HARRRAAAAAAAMMM!!!!!I
April 9, 2009 pukul 3:57 am
tapi pada dasarnya didalam kehidupan islam sendiri dimasyarakat yang ada dan fakta begitu adanya jadi orang-orang islam saat ini merasa suci tetapi saya tidak tau apa yang diinginkan dari beberapa gelintir orang yang sok religius banget tetapi dalam hatinya busuk saya jadi orang muslim juga merasa bingung
April 9, 2009 pukul 4:22 am
Kalau emang sinetron ini bersinggungan dengan ajaran Islam nah disinetron itu banyak pemainnya yang beragama islam hampir semuanya, setidak-tidaknya pada waktu casting bisa dong sebagai bintang film sekaligus sebagai orang muslim menolak atau kasih masukkan atau himbauan kepada produser atau yang berkepentingan didalam pembuatan film itu, karena disini pelan publik figur juga penting selain sebagai penghibur juga harus tau dong mana yang boleh dan mana yang tidak. Dan juga peran orang-orang pemerintahan yang jadi kunci dan pokok masalahnya sekarang karena film sebelum dipubikasikan pasti ada lembaga sensor film nah yang duduk didalam lembaga itu siapa tetapi dimana-mana duit itu panas siapapun bisa tergoda jangankan tokoh politik tokoh agama pun bukan tak mungkin, karena duit itu bisa buat segalanya !! kunci utama dalah di lembaga sensor film bukan dipenonton atau sipemain
April 10, 2009 pukul 4:33 pm
semua pemain yang ada sangkut paut dengan sinetron tersebut tak lain adalah binatang yang bertopeng sebagai manusia…jangan bawa-bawa agama didalamnya…..dari Jamaah tabligh
April 15, 2009 pukul 2:53 am
Menurut saya sinetron hareem itu cukup mengasikkan dengan pemain-pemainnya, tapi ceritanya itu lo yang bikin aku ngga suka. Cerita itu seperti binatang yang sesuka hati untuk kawin…… Sebenarnya manusia kan ngga seperti itu….. !!!! Menurut saya huh………………………!!!!!!!!!!!!
April 15, 2009 pukul 2:57 am
PEMAINNYA (ARTISNYA) SEMUANYA OKE. TAPI CERITANYA ITU LO YANG BIKIN AKU NGGA SUKA……. SEPERTI AYAM AJA YANG SUKA KAWIN PAKSA…………….
April 17, 2009 pukul 3:16 pm
i agree with u
April 18, 2009 pukul 2:28 am
aq sama mamah suka liat sinetron HaRrem Cz pemainya yang jadi REFI persis kaya kakak q yang sudah gak ada KAK fRENdy nama nya..trZ sekarang semenjak Refi berubah aq jadi malez Liat Sinetron nya aq sam mamah berharap REFFI KEMBALI MAEN..OkRE gak usah diganti -gant…pLeASE???????
April 19, 2009 pukul 12:17 pm
apa-apa yang dinyatakan oleh Fpks emang betul. Film nya ingin mengemukakan agama ISlam namun adegan yang di tayangkan dan alur cerita sngat jauh dari ajaran agama Islam. Apalagi sekarang sudah buka jilbab semua pemainnya. Yang sangat aneh lagi, masa yang ikon nya dari orang kristennnnnn.apa ga salah satu. Mana dia tahu ajaran islam yang sesungguhnya. Apalagi akting / ekspresinya selalu degan mimik yang sama. sangat jelekkkkkkkkkkkkk sekali
mendingan sinetron ini tukar pemain dengan yang Islam yang emang mngerti ajaran-ajaran Islam dan yang aktingnya bagussssssss
April 21, 2009 pukul 7:29 am
bukan cuma sinetron itu aja. banyak sinetron sekarang yang hanya menampilkan keglamouran semata, dendam, iri, muka sinis yang sangat sangat sangaaaaaat berlebih yang menuju pada pergeseran nilai2 dan norma2. banyak tayangan iklan, seperti menjadikan tato sebagai hal yang biasa, untuk lebih percaya dukun,peramal dkk-nya daripada Tuhan, kok seperti ada peng-kafiran terencana ya. MUI juga jangan cuma bisa bikin fatwa kacangan doooonk.
Mei 6, 2009 pukul 8:54 am
saya sih buringo
Mei 6, 2009 pukul 8:57 am
harem itu gaga, kyp drng s p ganti kurangajar dgn ngoni..
Mei 6, 2009 pukul 9:01 am
ey… kita pe nasi kuning so tida mo laku gara-gara harem so ganti jadi inayah…
Juni 10, 2009 pukul 3:48 pm
mau HAREEM atau INAYAH…yang penting ceritanya lanjut aj trus………..
Juni 30, 2009 pukul 2:10 pm
kalau itu sih sebaiknya sinetron hareem dilanjutin aja