Kesalahan Dalam Pernikahan Yang Berdampak Tidak Membahagiakan

Menikah adalah impian setiap manusia terutama wanita, terbayang segala keindahan saat menjalani bahtera rumah tangga. Namun, ternyata tidak semua pernikahan membawa kebahagiaan.

“Tidak semua pernikahan membawa kebahagiaan, ada beberapa yang justru merugikan kaum perempuan,” ujar Azriana, ketua Sub Komisi Pemulihan Komnas Perempuan yang ditemui setelah peluncuran dan diskusi buku Memecah Kebisuan: Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan demi Keadilan, di Hotel Harris, Jakarta Rabu (22/4).

Pertama, lanjut Azriana, adalah pernikahan siri ataupun kawin kontrak. Pada pernikahan ini, tidak ada surat-surat yang mengesahkan terjadinya pernikahan. “Jika terjadi sesuatu, laki-laki dapat pergi begitu saja. Istri tidak dapat menuntut apa-apa, karena tidak ada dasar hukum yang kuat,” kata dia.

Kedua adalah Poligami, pada pernikahan poligami suami dapat memilki beberapa istri dalam waktu yang sama. Azriana mencontohkan, ada seorang suami yang ditinggal istri menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) di daerah Arab. Karena alasan ditinggal sang istri, maka suami tersebut menikah lagi. “Pria tersebut menikah sampai empat kali, dan keempat istrinya menjadi TKW untuk mencukupi kebutuhan hidup pria itu,” kata dia.

Yang ketiga, lanjut Azriana, adalah pernikahan paksa yang dilakukan karena alasan adat. Masih banyak orangtua yang menjodohkan anaknya, sehingga mau tidak mau anak mengikuti kemauan orangtua mereka. Pernikahan pun dilangsungkan dibawah paksaan. Rumah tangga yang didasari oleh paksaan, jarang menjadi rumah tangga yang harmonis, kekerasan terhadap istri sering juga terjadi dalam pernikahan ini.

Selanjutnya adalah pernikahan cinta buta, yang banyak terjadi di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Pada pernikahan ini, dinilai terdapat indikasi perdagangan manusia. Setelah suami memberikan talak tiga pada istrinya, untuk kembali lagi maka istri tersebut harus menikah lagi.

“Di situlah terjadi trafficking, seorang istri harus membayar pria untuk dinikahi sebentar, baru bisa kembali dengan suaminya lagi,” kata Azriana.

Dan yang terakhir, terangnya adalah cerai gantung. “Pada kasus pernikahan ini, status seorang perempuan dibuat tidak jelas. Ia sudah tidak dibiayai oleh suami, hak-haknya tidak diberikan lagi. Namun, statusnya juga tidak dicerai,” terangnya.

Sumber : kompas.com

2 Balasan ke Kesalahan Dalam Pernikahan Yang Berdampak Tidak Membahagiakan

  1. ~noe~ mengatakan:

    kelemahan wanita di kita adalah tidak ada dukungan budaya timur yang menempatkan wanita sejajar dengan pria dalam hal pencarian jodoh. di sini wanita bersifat pasif menunggu. itu karena budaya.
    umur sudah segini, mumpung ada yang mau meskipun sudah beristri dll, jadilah…
    harus ada perubahan besar terhadap paradigma budaya ini untuk bisa menaikkan derajat wanita sejajar dengan pria dalam hal pencarian pasangan.

  2. spabaliku mengatakan:

    ga bisa comment gan…

    spa bali

    http://www.spabaliku.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: