Benarkah Ikan Hiu Bisa Menjadi Obat? Padahal…

Berdasarkan beberapa studi terbaru , Environmental Protection Agency (EPA) menyimpulkan bahwa 630.000 dari 4 juta bayi yang lahir per tahun di Amerika Serikat diperkirakan darahnya mengadung kadar merkuri yang sama atau bahkan diatas ambang batas yang ditentukan, dan kebanyakan dua kali lipat dari kadar yang telah ditetapkan oleh EPA. Menurut hasil-hasil penelitian pemerintah menunjukkan bahwa beberapa jenis ikan tertentu dituding sebagai penyebabnya.

Penelitian-penelitian merkuri lebih lanjut terus diupayakan. Hasil penelitian terbaru, menemukan bahwa merkuri merupakan suatu logam yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan fatal pada bagian-bagian otak sebelum masa kelahiran.

Kandungan kadar merkuri dalam tubuh bayi yang baru lahir, kebanyakan berasal dari ibunya. Berdasarkan data EPA, menyebutkan, bahwa wanita yang makan ikan sedikitnya 9 kali dalam sebulan, diperkirakan darahnya akan mengandung merkuri 7 kali lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak mengkonsumsi ikan sebelumnya.

Merkuri sebenarnya muncul dalam lingkungan secara alami. Tetapi produksi merkuri terbesar berasal dari limbah pabrik, limbah pertambangan, dan pembuangan bahan bakar. Saat merkuri mencemari air, sebetulnya seluruh ekosistem dalam lingkungan juga ikut tercemar . Hal itu terjadi karena perputaran rantai makanan.

Lantas, apakah hidangan laut cukup aman untuk janin? Lalu bagaimana cara menyisatinya mengingat banyak kandungan bermanfaat pada hidangan laut, untuk perkembangan janin?

Kandungan dalam makanan laut memang bermanfaat bagi perkembangan otak janin. Dengan mengonsumsinya secara teratur, akan sangat membantu perkembangan janin. EPA memberikan penjelasan mengenai kebutuhan hidangan laut pada ibu hamil. “Ikan dan kerang memiliki kandungan protein kualitas tinggi, asam omega 3 serta lemak yang sedikit. Bagi para ibu hamil kandungan tersebut sangat berguna bagi perkembangan otak janin” kata para peneliti EPA.

Meskipun hidangan laut sangat bermanfaat bagi janin muncul hal dilematis karena kandungan merkuri didalamnya. Para ibu hamil dan wanita yang merencanakan kehamilan memang harus lebih waspada. “Ibu hamil harus lebih berhati-hati karena janin mereka sangat sensitif terhadap racun yang berasal dari merkuri, ” kata Robert Goyer, profesor Emeritus dan Ketua jurusan Pathology di Universitas Western Ontario, AS.

Dan, untuk mengurangi efek merkuri coba ikuti beberapa saran dari EPA. Saran tidak hanya ditujukan untuk ibu hamil tetapi juga para wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

  • Jangan mengonsumsi: ikan hiu, ikan todak, dan ikan mackerel. Ikan tersebut memiliki kandungan merkuri dalam jumlah tinggi
  • Konsumsi lebih dari 12 ons per minggu: Selain jenis ikan di atas ikan laut lainya dan kerang memiliki kandungan merkuri yang rendah. Termasuk udang, tuna, dan salmon.
  • Ikan tuna : pilihlah ikan tuna dari jenis light tuna, karena kandungannya merkurinya lebih sedikit dibandingkan dengan albacore (white tuna).
  • Masak dengan benar: pastikan hidangan laut yang disajikan di masak dengan benar hingga matang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: